Boleh gak sih tunggangi gajah ?

Hello #SahabatGajah !

Masih kerasa nih euforianya main sama gajah di Way Kambas kemarin. Walaupun hanya sekedar ketawa melihat tingkah lakunya. Gak sempat main bola nih sama gajah, hehe… naik gajah pun gak jadi saat mandiin para gajah yang mengharuskan kita menunggangi gajah tersebut.

Tanggal 12 Agustus menjadi peringaran hari Gajah seduia. Banyak orang yang peduli dengan keberlangsungan pelestarian gajah yang merupakan hewan darat terbesar. Badannya yang besar ternyata juga menunjukkan hatinya yang besar juga. Banyak kok orang-orang yang peduli dengan gajah yang mungkin juga bingung mau menunjukkan kepeduliannya itu bagaimana ?

Media sosial rame tuh dengan hastag #savegajah, #lindungigajah, hingga #jangantunggangigajah. Nah, ini menarik untuk dibahas, sebenarnya boleh gak sih menunggangi gajah ? selama ini kita sering melihat di kebun binatang yang ada gajahnya, banyak yang menunggangi gajah keliling lapangan. Terus kenapa akhir-akhir ini banyak yang melarang untuk menunggangi gajah ?

Baiklah, coba kita cari tahu kebenarannya ya, #SahabatGajah !

Menurut artikel yang aku baca, gajah itu memiliki struktur tulang punggung atau yang disebut prosesus spinosus yang terdiri dari tonjolan tulang-tulang tajam yang dilapisi jaringan tipis. Nah, yang menjadi perbincangan adalah lapisan tipis yang melapisi tulang punggung gajah. Punggung gajah menjadi tempat kita menduduki gajah, terlebih lagi terkadang di punggung gajah diletakkan dudukan, semakin menambah beban di punggung gajah.

Salah satu artikel kompas.com menghubungi Dr. drh. Hery Wijayanto, MP dan mencoba memberikan pendapat terkait hal tersebut. Beliau menjelaskan bahwa semua hewan memiliki tonjolan yang terdapat dipunggungnya, termasuk gajah. Hal ini yang menjadi kekhawatiran masyarakat melihat gajah sering kali ditunggangi oleh para manusia yang nantinya dapat menyebabkan kerusakan pada tonjolan tersebut.

Jika dibandingkan dengan kekuatan kuda, gajah memiliki kekuatan yang lebih besar daripada kuda karena berat gajah mencapai 3 ton yang hampir sepuluh kali lipat dari bobot kuda yang hanya sekitar 3,5 sampai 4 kuintal yang dapat menahan beban mencapai satu kuintal. Gajah yang diberi dudukan hingga tiga orang di atasnya, untuk gajah tidak masalah. Gajah memiliki struktur anatomi dengan kekuatan yang cukup besar, sehingga tidak langsung mengubah struktur anatominya.

Balik lagi nih ke pembahasan, jadi sebenarnya boleh gak sih menunggangi gajah ?

Gajah memang bukan hewan untuk ditunggangi karena gajah termasuk hewan yang dilindungi. Namun, beliau (drh. Hery) menyebutkan dalam beberapa kasus kita juga tidak dapat menghindari untuk tidak menunggangi gajah.

Mahout atau pawang gajah akan menunggangi gajah terlebih lagi gajah liar untuk menenangkan dan menjinakkan gajah tersebut. Pawang gajah yang menunggangi gajah selalu naik ke bagian tengkuk gajah. Bagian tengkuk gajah ini dekat dengan telinga gajah untuk memudahkan mahout mengisyarakan dan memberi perintah kepada gajah. Menunggangi gajah juga dilakukan pawang gajah dengan polisi gajah untuk berpatroli di perbatasan hutan dengan permukiman masyarakat.

Dokter Hery juga menambahkan hal yang tidak boleh dilakukan adalah gajah yang diharuskan menanggung beban selama 24 jam terus menerus. Nah, ini yang mungkin akan menimbulkan risiko jangka panjang untuk gajah.

Masyarakat saat ini atau nitizen sangat diapresiasi mengenai kepeduliannya terhadap gajah. Aku mencoba mengingat-ingat kapan terakhir aku menunggangi gajah, sepertinya lebih dari lima belas tahun yang lalu. Aku masih sangat kecil untuk mencoba mengingat dan itu berkeliling dikandang gajah, yang aku ingat adalah saat itu aku sangat senang.

Bukan masalah boleh atau tidak menunggangi gajah, namun kepentingan untuk menunggangi itu sendiri. Apakah memang mengharuskan kita untuk menunggangi gajah tersebut ? Ahli ekologi satwa liar di WWF, Bapak Sunarto menegaskan bahwa bukan masalah boleh atau tidak boleh untuk menunggangi gajah, tapi tergantung dari kebutuhan. Beliau menambahkan bahwa menunggangi gajah untuk menikmati alam sebaiknya mulai dikurangi. Kita biarkan saja gajah-gajah bermain di savana dan bebas menjelajahi hutan.

Semoga orang-orang yang sering menyakiti satwa-satwa segera dibukakan pintu hatinya ya. Kalau bukan kita siapa lagi yang peduli terhadap gajah…

Mahout dan Gajah-Gajah

#SahabatGajah

Sumber: https://sains.kompas.com/read/2018/08/16/203100423/benarkah-tunggangi-gajah-bisa-bikin-cedera-ini-kata-ahli-anatomi

Leave a Reply